NDASMU KASEP KASEP!!! ckckkkkk....
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Si KASEP teh KASEP pisan. Boga pemikiran teh ge sama KASEP pisan. Teu nyaho urang kumaha pemikiranana si KASEP. si KASEP mah KASEP pisan lah.
NDASMU KASEP KASEP!!! ckckkkkk....
NDASMU KASEP KASEP!!! ckckkkkk....
Pesan yang bisa dipetik dari Sholat Jumat kemarin :
Setiap insan yang ada di dunia ini sudah digariskan rezekinya oleh Allah SWT. Jadi apabila kita punya anak, rezeki bagi anak kita tersebut sudah ada yang mengatur, nanti makan apa, rezekinya darimana, dsb. Justru yang wajib diperhatikan orangtua adalah mendidik anak bagaimana menjalani kehidupan dunia untuk bisa menghadapi akherat sesuai dengan syariat Islam.
Ilmu ikhlas dan ilmu sabar...
Entah berkaitan atau tidak, dua hal itu yang terbenak dalam isi tempurung otakku malam ini. Hal yang pertama baru hari ini mulai memasuki kepalaku. Hal yang kedua sudah beberapa hari ini memberikan pelajaran hidup untukku (dan semoga bisa selamanya.. Amin).
Diawali dengan sebuah pepatah "berdamailah dengan alam"
Bukan pertama kalinya aku mendengar kalimat ini dari orang yang sama, tapi perbincangan malam ini sedikit membuat otakku untuk berpikir maknanya. Hhhmmm ketika suatu waktu, kita, sebagai manusia, yang memiliki banyak kekurangan, dan yang pasti ada batasnya, andaikan kita berada dalam satu titik dimana sudah seharusnya kita ikhlas setelah usaha dan berdoa, yang paling penting adalah kembalilah kepada alam. Pasrah, ikhlas, mengikuti alirannya, karena niscaya alam akan membawa ke jalan yang baik apabila setiap detik hidup ini kita lalui dengan hal yang baik, pun alam akan membawa ke arah yang sebaliknya apabila hidup kita diisi dengan hal yang sebaliknya.
Teruntuk yang kusayang, yang saat ini pastinya sedang tertidur pulas, dengan segala kerendahan hati ingin kuucapkan berjuta terima kasih sebanyak-banyaknya, kupersembahkan untuk ilmu yang bisa kudapat tanpa harus kukeluarkan uang sepeserpun, ilmu yang memberikanku banyak nasehat hidup untuk hatiku, bahkan lebih mendekatkanku kepada Sang Khaliq.
with love,
I miss you Devianti Nurhawati
-surabaya, 18 Februari 2014, 01.16 WIB-
Ya Allah, tolong Engkau bantu aku untuk menjaga semua amanat dalam hidup ini
Filosofi yang terdengar simpel tapi memiliki makna yang dalam, sore ini kudengar langsung dari Kang Ilham Permadi.
Antara pelari dan pendaki gunung sama-sama berpacu untk mencapai tujuan. Pelari menuju finish, pendaki gunung menuju puncak gunung yang ingin dicapai.
Tapi bedanya, pelari tidak menikmati proses menuju finish. Yang ia tahu hanya berlari sekencang mungkin dan mencapai finish secepat mungkin tanpa menikmati prosesnya.
Pendaki gunung, pelan tapi pasti menuju puncak yang diinginkan sembari menikmati perjalanannya yang ditemani pemandangan alam dan hewan-hewan hutan serta halangan yang menghadang di jalan.
Hidup kita? Silahkan pilih ingin seperti apa? It's yor choice :)
-ditulis di McD BIP dalam kesendirian sembari menunggu Devianti Nurhawati kuliah, 25 Januari 2013-
Tampak seperti satu eksemplar koran biasa. Ya memang itu koran biasa secara fisik. Tapi dari eksemplar demi eksemplar koran terjual, seorang nenek berjuang menyambung hidup.
Di tengah matahari terik membakar kulit setiap orang yang lalu lalang di jalanan, hiruk pikuk kesibukan banyak orang dengan kendaraan mereka sendiri memenuhi kota ini, mulai dari kendaraan butut sampai kendaraan mewah. Mereka berlomba-lomba mengais rejeki, menjemputnya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan keluarga mereka.
Setiap pagi di perjalananku menuju STO Manyar, kulewati sebuah perempatan Jalan Klampis Jaya, salah satu sudut kota pahlawan. Tak banyak yang memperhatikan seorang nenek ini, usianya mungkin sudah diatas 70 tahun, yang rela panas-panasan di lampu merah, menawarkan koran dari mobil ke mobil, berharap dagangannya segera habis dan membawa pulang uang untuk kehidupannya (yang saya yakini tidak banyak bagi saya tapi mungkin cukup banyak untuk beliau). Didampingi seorang anak kecil (mungkin cucunya), sang nenek dengan punggung yang sudah bungkuk terus berjalan menawarkan koran dagangannya. Terkadang beliau duduk di trotoar ketika lelah melanda, tapi tetap dengan terik matahri yang menyengat kulitnya.
Terpikir di otakku besok pagi aku ingin memberikan sesuatu bagi beliau. Setidaknya memberikan sedikit senyuman untuk beliau, berbagi rezeki yang aku dapat.
Seperti biasa pagi itu aku berangkat ke STO dengan motorku. Lirih kujalankan motorku mendekati lampu merah itu, sambil sedikit melihat dari kejauhan dimanakah sang nenek berada. Terus kudekati ternyata sang nenek sedang berteduh di bawah sebuah ruko, di emperan toko yang belum buka ditemani seorang anak kecil.
Kuhentikan motorku, kuturunkan standard motor, kudekati beliau
anak kecil berteriak "mbah iku onok sing katene tuku" (mbah itu ada yang mau beli)
Kudekati beliau, "mbah tumbas koran. Jawa Pos nggih setunggal. Pinten mbah?" (mbah beli koran, jawa pos ya satu. berapa mbah?)
Sambil mencari di tumpukan koran yang masih lumayan banyak, "sekawan ewu nak" (empat ribu nak)
Sudah kusiapkan uang xx-ribu rupiah, kuambil dan aku berikan "niki mbah artane, pun mboten usah disusuki, kangge panjenengan mawon" (ini mbah uangnya, sudah tidak usah dikasih kembalian, untuk mbah aja)
Si mbah dengan raut muka berseri-seri sambil menyalami tanganku, "nggih nak, matur suwun yo. ati-ati nang dalan, ojo banter-banter, mugo-mugo lancar sakabehe" [begitu mungkin kurang lebihnya yang aku ingat] (iya nak, terima kasih ya, hati-hati di jalan, jangan ngebut, mudah-mudahan lancar semuanya)
Kutinggalkan beliau, kulirik dari sudut mataku beliau dengan tersenyum melihat ke arahku terus. Ya Allah, terharu melihat kenyataan seperti ini. Uang segitu memang tidak ada apa-apanya bagiku, tapi bagi nenek ini, uang itu mungkin sangat berarti. Berbagi itu indah. Tak terbayang andaikan itu keluargaku atau bahkan mungkin orang tuaku. Bersyukur Ya Allah atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku, kepada keluargaku.
Doaku, Ya Allah tolong mudahkanlah rezeki beliau, berikan hasil yang setimpal atas usahanya.
Aku bertekad, InsyaAllah hari-hari selanjutnya akan seperti itu terus. Membantu untuk meringankan beban hidupnya.
"ada 2,5% rezeki kita yang menjadi hak dari fakir miskin"
kulafadzkan dalam hati di setiap sujud terakhir sholatku teruntuk engkau (yang kelak) akan mendampingiku sebuah doa mudah jodoh (untuk pria)
ROBBI HABLII MILLADUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOOHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AKHIROH
Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan duni dan akherat

Silahkan selengkapnya berkunjung ke http://saga-islamicnet.blogspot.com/2012/04/doa-mohon-jodoh-rizki-dan-keturunan.html#ixzz2DJNltkFT
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kammi istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa
Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan duni dan akherat
Silahkan selengkapnya berkunjung ke http://saga-islamicnet.blogspot.com/2012/04/doa-mohon-jodoh-rizki-dan-keturunan.html#ixzz2DJNltkFT
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Silahkan selengkapnya berkunjung ke http://saga-islamicnet.blogspot.com/2012/04/doa-mohon-jodoh-rizki-dan-keturunan.html#ixzz2DJNltkFT
Silahkan selengkapnya berkunjung ke http://saga-islamicnet.blogspot.com/2012/04/doa-mohon-jodoh-rizki-dan-keturunan.html#ixzz2DJNltkFT
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Silahkan selengkapnya berkunjung ke http://saga-islamicnet.blogspot.com/2012/04/doa-mohon-jodoh-rizki-dan-keturunan.html#ixzz2DJNltkFT
ROBBANA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIYATINAA QURROTA A'YUN WAJ 'ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAASilahkan selengkapnya berkunjung ke http://saga-islamicnet.blogspot.com/2012/04/doa-mohon-jodoh-rizki-dan-keturunan.html#ixzz2DJNltkFT
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kammi istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa
sayangi juga mama papaku :)
untuk wanita :

untuk wanita :
bisa saja saran dan pilihan orangtuamu (terutama ibumu) memilih suatu hal yang (sebenarnya) bukan pilihan utamamu (keinginanmu) adalah agar bertemu hal terbaik bagimu di masa depan (jodoh mungkin)
Kuasa Illahi :)
dan bagiku, di setiap sujud terakhir dalam sholatku, itu selalu kulafadzkan dalam hati dengan penuh pengharapan dan rendah hati agar yang terbaik yang kudapatkan
dan bagiku, di setiap sujud terakhir dalam sholatku, itu selalu kulafadzkan dalam hati dengan penuh pengharapan dan rendah hati agar yang terbaik yang kudapatkan
restu seorang laki-laki itu berada di telapak kaki ibunya *sembah sungkem*
restu seorang perempuan itu berada di suaminya
Kalo kata Babeh Ilham :
Tempatkanlah kedua orang tuamu secara terhormat maka tunggu keajaiban yg akan datang dari doa-doa tulus mereka
Saya menulis ini hanya ingin mengingatkan (minimal diri saya sendiri) bahwa restu kedua orang tua kita terutama seorang ibu itu TIDAK AKAN PERNAH BISA TERGANTI hingga akhir hayat mereka. Percayalah orang tua kita tidak akan menjerumuskan kita ke arah yang tidak baik.
Orang tuaku selalu mengatakan "Nak, papa mama gak akan pernah ngasih kamu bekal uang/harta, tapi papa mama akan bekali kamu dengan ilmu. Ilmu akan membawamu ke arah yang benar dan tidak akan tersesat".
Saya sendiri yang tahu bahwa doa mama papa untukku amatlah kuat. Dengan doa mereka, saya yakin bahwa hal buruk yang seharusnya terjadi bisa tereliminir. BELIEVE IT!!!
Saya termasuk tipe orang yang tidak akan pernah lepas dari mengabari semua hal tentangku kepada kedua orangtua, dalam setiap moment, dalam setiap kesempatan, selalu saya kabarkan orangtua. Bagaimanapun setiap langkah kita, kemanapun kita berpindah, dan kapanpun kita beraktifitas, doa orangtua akan selalu mendampingi kita. Keselamatan kita tergantung kepada ridho orangtua terutama seorang ibu. Ketika ibumu sudah membalas salim mu, maka InsyaAllah semua yang kamu lakukan pasti akan lancar.
Sudah terbukti, UTS UAS setiap matakuliah selalu kuminta doa mamapapa, sidang PA, tes kerja, bahkan hasil saya di INTI saat ini (terlebih ketika wawancara direksi). Ketika aku menjalani itu semua dengan segala usahaku, doa mama nan jauh disana (di rumah) tak pernah berhenti mengiringi usahaku.
Sudah terbukti, UTS UAS setiap matakuliah selalu kuminta doa mamapapa, sidang PA, tes kerja, bahkan hasil saya di INTI saat ini (terlebih ketika wawancara direksi). Ketika aku menjalani itu semua dengan segala usahaku, doa mama nan jauh disana (di rumah) tak pernah berhenti mengiringi usahaku.
Untuk para perempuan, ketika kamu nanti akan menjadi suami dari seorang laki-laki, ingatlah, jangan pernah sekalipun berusaha menjauhkan suamimu dari orangtuanya. Ridho orangtua sangat penting sekali, dan bahkan tak tergantikan.
Memang dalam kondisi seorang laki-laki sudah memiliki harta seperti saat ini, yang lepas dari tanggung jawab orangtua HANYALAH memberikan materi untuk kita, tapi urusan ridho (selama orangtua masih ada) itu tidak akan pernah lepas.
Percayalah banyak orang yang sukses dengan keluarganya kelak tidak lepas dari ridho orangtua. Ketika kita sedikit saja lepas dari ridho orangtua, maka secara tidak langsung kita sudah membunuh diri sendiri.
Salut untuk Mbah Putri masih bisa mendoakan cucu kesayangannya di saat sudah banyak yg terlupa, di usianya yang sudah tua *sembah sungkem*
Sidoarjo, 1 Oktober 2011
Sidoarjo, 2 Oktober 2011
اَللّٰهُمَّ
اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى
الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةًفِى الرِّزْقِ
وَتَوْبَةَقَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ
وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ،اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ
الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ
ALLAHUMMA
INNA NAS-ALUKA SALAMATAN FIDDINII WA'AFIATAN FILJASADI WAZIYADATAN
FIL'ILMI WABAROKATAN FIRRIZKI WATAUBATAN QABLALMAUTI WARAHMATAN
'INDALMAUTI WAMAGFIRATAN BA'DAL MAUTI, ALLAHUMMA HAWWIN 'ALAINA
FISAKARAATIL MAUTI, WANAJAATAN MINANNAARI WAL AFWA INDAL HISAABI
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada engkau akan keselamatan Agama dan sehat badan, dan tambahnya ilmu pengetahuan, dan keberkahan dalam rizki dan diampuni sebelum mati, dan mendapat rahmat waktu mati dan mendapat pengampunan sesudah mati.Ya Allah, mudahkan bagi kami waktu (sekarat) menghadapi mati, dan selamatkan dari siksa neraka, dan pengampunan waktu hisab.
Segala puji bagi Allah Yang Maha Pemberi..
Aku merasa hidupku ini akan berjalan terus mengikuti aliran waktu disertai dengan usaha dan doa agar jalanku diberikan yang terbaik oleh Gusti Pangeran. Tidak pernah sedikitpun ku sesali pilihan jalan hidup ini, hasil dari pilihanku sekitar 5 tahun lalu, 2007 silam, ketika aku memilih tempat menimba ilmu selepas SMA.
Sekarang ini, laiknya rekan-rekanku seperjuangan di Universitas Telkom (d/h STT Telkom)(d/h IT Telkom)(begitulah aku lebih bangga dengan nama almamaterku yang dulu), sebagai anak teknik (terutama Teknik Telekomunikasi) saat ini menjadi 'kuli telko', ya memang kebanyakan ini output dari institusi itu. Dengan segala ilmu dan skill (yang tidak terlalu mumpuni dari bekal kuliah), kami merambah dunia pertelekomunikasian.
Memang tidak ada yang tahu dulu ketika awal kuliah, tapi seperti ini jadinya. Banyak rekan seperjuanganku, yang udah nikah maupun masih single, kebanyakan jadi orang lapangan, yang harus selalu move kesana kemari, jawa-luar jawa. Memang inilah adanya.
Tapi Alhamdulillah, di usiaku yang baru menginjak 23, dan jenjang pendidikanku yang masih D3, aku sudah bekerja di sebuah BUMN. Memang tidak semua orang berprinsip ingin bekerja di BUMN/prinsip BUMN tidak selalu bikin aman dan nyaman bekerja, tapi setidaknya cita-citaku untuk meneruskan atau mengikuti jejak papa tercapai, Alhamdulillah.
Semoga ini adalah jalan yang terbaik untukku. InsyaAllah dedikasiku, keikhlasanku, dan seluruh semangat kerjaku akan kucurahkan untuk perusahaan tempatku mengabdi ini. Minimal untuk menjaga keberadaan perusahaan ini (yang kebanyakan orang Bandung sudah menganggap mati). Akan kubuktikan bahwa kita bisa menjadi besar (lagi).
Inilah moment pengangkatan 'PK to PP' kemarin :
nice moment
Lima kode L, Alhamdulillah tembus semua
Bye PK :)
Mungkin ini yang akan dikatakan "seorang" janin apabila dia bisa berbicara
ABORSIF
Saat ini Aku gembira sekali, Aku berada ditempat yang hangat dan nyaman walaupun gelap.
Tapi ah.. Itu tidak masalah, Aku tetap gembira sekali, Tuhan telah memilihkan tempat ini untukku.
Aku Bisa merasakan Ibu tersenyum,
mendengarka
n suara Ibu yang lembut.
Tapi Bu, kenapa beberapa hari ini Ibu menangis..?
Malam ini Aku juga mendengar Ibu menangis, bahkan ketika tangisanmu semakin menjadi, tiba tiba Ibu memukulku, yang masih ada dalam perut Ibu. Aku Kaget sekali Bu.. Aku ingin sekali memelukmu dan bertanya kepadamu,
kenapa Ibu bersedih..?
Siapa yang telah membuat Ibu menangis..?
Tapi Ibu terus memukulku.. sakiiiit Bu..
Ibu.. Aku ingin bertanya, kenapa hari ini Ibu mencaci maki Aku..?
Aku bahkan tidak tahu apa salahku..?
Yang ada Ibu hanya berteriak sambil menyebutkan nama Seseorang yang Ibu katakan sebagai Ayahku, Seseorang yang kemarin memukul Ibu.
Ibu.. Aku ingin membelai Wajahmu dan mengusap air matamu, Aku ingin mengatakan Aku sayang Ibu agar Ibu tenang,
tapi tanganku masih terlalu kecil untuk bisa merangkul bahkan membelai wajahmu Bu..
Tapi Tenanglah Bu, aku benar benar akan membahagiakan Ibu saat aku tumbuh besar nanti. Aku akan menjadi jagoan kecil Ibu dan melindungi Ibu, agar tidak ada lagi yang menyakiti Ibuku.
SAAT ABORSI
"Ibu.. Kenapa seharian ini Ibu tetap menangis..?
Apa Aku berbuat salah..?
Ibu, hukumlah Aku jika Aku salah,
tapi tolong usir benda yang menarikku ini..!
Ibu dia jahat padaku, dia menyakitiku,
Ibu.. Tolong Aku.. sakiiiiit.. Ibu..
Kenapa Ibu tidak mendengar teriakanku, Bu..
Benda itu menarik kepalaku,
rasanya leherku ini mau putus,
dia bahkan menyakiti tanganku yang kecil ini,
dia terus menarik dan menyiksaku.. Sakiiit.. Oh Ibu...
tolong hentikan semua ini, aku tidak kuat kesakitan seperti ini.. Ibu.. Aku sekarat...
ABORSI SELESAI
Ibuku sayang.. Kini aku telah bersama Tuhan di-
Surga, Aku bertanya kepadaNya,
apakah Aku dibunuh..? Dia menjawab Aborsi..
Ibu, aku masih tidak mengerti apa itu Aborsi..?
Yang Aku tahu sesuatu itu telah menyakitiku dan Aku sedih Bu.. Teman Temanku di Surga bilang, kalau Aku tidak di inginkan.
Ah.. Aku tidak percaya...
Aku mempunyai Ibu yang sangat baik
dan sayang padaku.
Mereka juga berkata, karena Aku..
Ibu merasa sangat malu !
Itu Tidak benar kan Bu..? Aku kan jagoan kecil Ibu
yang akan melindungi Ibu,
kenapa Ibu harus malu..?
Aku janji tidak akan nakal dan membuat Ibu malu.
Tetapi Mereka tetap bilang padaku,
kalau Ibu sendiri yang membunuhku..!
Tidak ! Ibuku tidak akan sekejam itu,
Ibuku sangat lembut dan mengasihiku..!
Maafkan Aku Ibu...
Aku telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
Karena Aku ingin membahagiakan Ibu, tapi sekarang Tuhan telah membawaku kesini, karena kejadian itu...
Benda Itu telah menghisap lengan dan kakiku hingga putus...
dan akhirnya mencengkeram seluruh tubuh mungilku.
Ibu.. Aku hanya ingin Ibu tahu,
bahwa Aku sangat ingin tinggal bersama Ibu,
Aku tak ingin pergi. Aku sayang Ibu,
walaupun Aku belum sempat bernafas
dan melihat wajahmu Ibu..
Ibu... Aku sangat ingin mengatakan,
biarlah Aku sendiri yang merasakan...
sakitnya diperlakukan seperti itu, asal jangan Ibu.
Ibu...Maafkan Aku...
karena gagal menjadi jagoan kecil...
yang akan melindungi Ibu...
Selamat tinggal Ibu..
ABORSIF
Saat ini Aku gembira sekali, Aku berada ditempat yang hangat dan nyaman walaupun gelap.
Tapi ah.. Itu tidak masalah, Aku tetap gembira sekali, Tuhan telah memilihkan tempat ini untukku.
Aku Bisa merasakan Ibu tersenyum,
mendengarka
n suara Ibu yang lembut.
Tapi Bu, kenapa beberapa hari ini Ibu menangis..?
Malam ini Aku juga mendengar Ibu menangis, bahkan ketika tangisanmu semakin menjadi, tiba tiba Ibu memukulku, yang masih ada dalam perut Ibu. Aku Kaget sekali Bu.. Aku ingin sekali memelukmu dan bertanya kepadamu,
kenapa Ibu bersedih..?
Siapa yang telah membuat Ibu menangis..?
Tapi Ibu terus memukulku.. sakiiiit Bu..
Ibu.. Aku ingin bertanya, kenapa hari ini Ibu mencaci maki Aku..?
Aku bahkan tidak tahu apa salahku..?
Yang ada Ibu hanya berteriak sambil menyebutkan nama Seseorang yang Ibu katakan sebagai Ayahku, Seseorang yang kemarin memukul Ibu.
Ibu.. Aku ingin membelai Wajahmu dan mengusap air matamu, Aku ingin mengatakan Aku sayang Ibu agar Ibu tenang,
tapi tanganku masih terlalu kecil untuk bisa merangkul bahkan membelai wajahmu Bu..
Tapi Tenanglah Bu, aku benar benar akan membahagiakan Ibu saat aku tumbuh besar nanti. Aku akan menjadi jagoan kecil Ibu dan melindungi Ibu, agar tidak ada lagi yang menyakiti Ibuku.
SAAT ABORSI
"Ibu.. Kenapa seharian ini Ibu tetap menangis..?
Apa Aku berbuat salah..?
Ibu, hukumlah Aku jika Aku salah,
tapi tolong usir benda yang menarikku ini..!
Ibu dia jahat padaku, dia menyakitiku,
Ibu.. Tolong Aku.. sakiiiiit.. Ibu..
Kenapa Ibu tidak mendengar teriakanku, Bu..
Benda itu menarik kepalaku,
rasanya leherku ini mau putus,
dia bahkan menyakiti tanganku yang kecil ini,
dia terus menarik dan menyiksaku.. Sakiiit.. Oh Ibu...
tolong hentikan semua ini, aku tidak kuat kesakitan seperti ini.. Ibu.. Aku sekarat...
ABORSI SELESAI
Ibuku sayang.. Kini aku telah bersama Tuhan di-
Surga, Aku bertanya kepadaNya,
apakah Aku dibunuh..? Dia menjawab Aborsi..
Ibu, aku masih tidak mengerti apa itu Aborsi..?
Yang Aku tahu sesuatu itu telah menyakitiku dan Aku sedih Bu.. Teman Temanku di Surga bilang, kalau Aku tidak di inginkan.
Ah.. Aku tidak percaya...
Aku mempunyai Ibu yang sangat baik
dan sayang padaku.
Mereka juga berkata, karena Aku..
Ibu merasa sangat malu !
Itu Tidak benar kan Bu..? Aku kan jagoan kecil Ibu
yang akan melindungi Ibu,
kenapa Ibu harus malu..?
Aku janji tidak akan nakal dan membuat Ibu malu.
Tetapi Mereka tetap bilang padaku,
kalau Ibu sendiri yang membunuhku..!
Tidak ! Ibuku tidak akan sekejam itu,
Ibuku sangat lembut dan mengasihiku..!
Maafkan Aku Ibu...
Aku telah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
Karena Aku ingin membahagiakan Ibu, tapi sekarang Tuhan telah membawaku kesini, karena kejadian itu...
Benda Itu telah menghisap lengan dan kakiku hingga putus...
dan akhirnya mencengkeram seluruh tubuh mungilku.
Ibu.. Aku hanya ingin Ibu tahu,
bahwa Aku sangat ingin tinggal bersama Ibu,
Aku tak ingin pergi. Aku sayang Ibu,
walaupun Aku belum sempat bernafas
dan melihat wajahmu Ibu..
Ibu... Aku sangat ingin mengatakan,
biarlah Aku sendiri yang merasakan...
sakitnya diperlakukan seperti itu, asal jangan Ibu.
Ibu...Maafkan Aku...
karena gagal menjadi jagoan kecil...
yang akan melindungi Ibu...
Selamat tinggal Ibu..
"mungkin ini mewakili suara hati mama dan papa suatu saat nanti (tak lama lagi)"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ketika aku tua, aku bukan diriku yang dulu lagi
~Maklumilah, bersabarlah menghadapiku~
Ketika aku menumpahkan kuah sayur di baju dan tak lagi mengingat cara mengikat tali sepatu
~Kenangkanlah saat-saat aku mengajarimu dan membimbingmu melakukan itu~
Ketika aku pikun dan mengulang-ulang ucapan yang membosankanmu
~Bersabarlah mendengarkanku dan jangan memotongku berbicara~
~Dimana masa kecilmu, aku harus mengulang cerita ribuan kali setiap hari sampai kau terbuai dalam mimpi~
Ketika aku lupa siapa dirimu
~Bersabarlah untuk mengingatkannya, bahwasanya sewaktu kamu kecil dulu aku berusaha dengan susah payah untuk mengenalkan namamu dan semua akan dirimu~
Ketika aku tak mampu lagi mandi sendiri
~Jangan kesal, ingatlah di masa kecilmu aku harus berusaha dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi~
Ketika aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern
~Jangan kau tertawai aku, renungkanlah bagaimana aku dengan sabar menjawab setiap pertanyaan "mengapa" yang kau ajukan setiap saat~
Ketika kakiku terlalu lemah untuk melangkah
~Ulurkan tanganmu yang kuat dan kokoh untuk memapahku, sebagaimana dahulu aku menuntunmu melangkah untuk berjalan berjalan~
Ketika aku begitu mudah melupakan topik pembicaraan kita
~Janganlah tersinggung, berilah sedikit waktu bagiku untuk mengingatnya~
~Sebenarnya bukan topik pembicaraan yang penting, asalkan kau ada di sisiku dan mendengarkanku, aku sudah sangat bahagia~
Ketika kamu melihatku menua, janganlah bersedih
~Dukunglah aku, sebagaimana aku dahulu mendukungmu saat-saat mulai belajar tentang kehidupan~
JUST COPAST!!! SEMOGA BERMANFAAT
SAATNYA MELEK HUKUM
PERHATIKAN INI
TRIK KENA TILANG
Hai temen- Temen semoga bermanfaat :
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (Pol) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?
Pol : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
Pol : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang lalu menulis dengan sigap
TRIK KENA TILANG
Hai temen- Temen semoga bermanfaat :
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (Pol) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?
Pol : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
Pol : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh, wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana, kalo ada pasti saya pasang
Pol : Sudah, saya tilang saja, kamu tau gak banyak mobil curian sekarang? (dengan nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!
Pol : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya, Saya mau yg warna BIRU aja
Pol : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
Pol : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU!!! Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Pol : Sudah, saya tilang saja, kamu tau gak banyak mobil curian sekarang? (dengan nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!
Pol : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya, Saya mau yg warna BIRU aja
Pol : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
Pol : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU!!! Dulu kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu gak mau ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)
Dalam hati saya ?berani betul sopir taksi ini ?
Dalam hati saya ?berani betul sopir taksi ini ?
Pol : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU, Bapak kan yang gak mau ngasih
Pol : Kamu jangan macam-macam yah? saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)
Wah wah hebat betul nih sopir. berani, cerdas dan trendy (terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada berkamera.
Pol : Hey! Kamu bukan wartawan kan!? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )
Pol 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)
lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
Pol 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
Pol : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp 30.600 sambil berkata "nih kamu bayar sekarang ke BRI" lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu
Sop : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak?
Kemudian si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada saya, "Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya ... mau transfer uang tilang" . Saya berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, "Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam2 surat tilang"
Tambahnya, "Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI?. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum"
Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.
SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di polsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.
info ini beritahukan teman, saudara sama keluarga Anda.
Berantas korupsi dari sekarang!!!!
5 menit MARAH, imun sistem tubuh kita depressi 6 jam.
Dendam, menyimpan kepahitan, imun tubuh kita mati. Disitulah bermula awal segala penyakit.
STRESS, Kolesterol tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, rhematik, arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).
Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.
Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.
Jika MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.
Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah trkena penyakit GINJAL.
Jika suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
Jika kita mudah EMOSI dan cendrung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.
Jika sering MENGANGGAP SEPELE smua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.
Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang).
Jika sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).
Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi,karena dg bersyukur, maka "hati" ini menjadi BERGEMBIRA dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh utk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas. ^_^
Sumber: Buku "The Healing and Discovering the Power of the Water" by Dr. Masaru jepang
Dendam, menyimpan kepahitan, imun tubuh kita mati. Disitulah bermula awal segala penyakit.
STRESS, Kolesterol tinggi, pemicu Darah Tinggi, Jantung, rhematik, arthritis, Stroke (perdarahan/penyumbatan pembuluh darah).
Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN.
Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.
Jika MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.
Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah trkena penyakit GINJAL.
Jika suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
Jika kita mudah EMOSI dan cendrung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.
Jika sering MENGANGGAP SEPELE smua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES.
Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang).
Jika sering BERSEDIH dan merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih).
Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi,karena dg bersyukur, maka "hati" ini menjadi BERGEMBIRA dan menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh utk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas. ^_^
Sumber: Buku "The Healing and Discovering the Power of the Water" by Dr. Masaru jepang
teruntuk adikku yang aku sayangi dan aku banggakan...
Sebelumnya aku minta maaf kepada kalian berdua beserta mama dan papa karena long weekend ini aku belum bisa pulang ke rumah karena memang aku sudah ada janji terlebih dahulu. Maaf banget aku ga bisa berkumpul bersama kalian bercerita serta bercanda tawa mengisi hari libur ini, semoga semuanya disana senantiasa menantiku untuk bisa melengkapi canda tawa itu.
Selanjutnya untuk Dik Bagoes dan Dik Ryan, sungguh aku sayang kalian. Aku pengen banget kalian bisa dapetin jauh melebihi apa yang aku dapetin saat ini. Cukuplah suatu kepahitan hidup yang pernah aku alami biar aku yang merasakan, kalian jangan!!! Biarlah hanya aku sebagai kakak kalian yang terjatuh di suatu lubang untuk bisa menjadikan contoh bagi kalian agar tidak terjatuh di lubang yang sama. Sungguh biarkan aku aja dik yang tertimpa. Aku sebagai kakak ga pengen adik-adikku mengalami sakit yang sama seperti yang pernah aku rasakan.
Maafkan aku ketika suatu ketika kata-kataku sangat kasar ke kalian, itu semua dalam rangka meneriaki kalian dari jauh agar kalian tidak terjerembab di lubang yang pernah menjadi batu sandungan untukku.
Adikku yang ganteng...
Maafkan kakak yaa, kakak harus jauh dari kalian, kakak di perantauan, kakak cuma bisa 'bacot' lewat SMS dan telpon, kakak cuma bisa ngomel doang tanpa aku menuntun kalian ke jalan yang seharusnya kalian lewati. Tapi sungguh kakak percaya kok dik kalau kalian pasti bisa berjalan ke arah itu sendiri tanpa kakak, kakak percaya kalian sudah dewasa.
Maafkan kakak hanya bisa memberikan perhatian dalam bentuk materi, tapi sungguh itu semua kakak ikhlas dan tulus untuk memberikan support buat kalian.
Ingatlah dik bahwa umur orang tua itu tidak hanya rejeki bagi mereka, tapi rejeki bagi kita juga. Coba bayangkan andaikan salah satu dari mama atau papa udah ga ada (Naudzubillah), itu bakalan berat dik untuk kita. Manfaatkan rejeki ini dik, selalu berdoalah agar mama papa diberikan umur panjang. Papa dengan segala keringatnya mencari nafkah untuk kebutuhan kita, mama dengan segala perhatiannya ke papa dan ke kita selalu mencambuk kita untuk terus berjalan lurus bagaikan kuda yang dipecut kusir.
Ketika kalian sudah seumuranku kelak, sudah bekerja dan kurang lebih dengan jarak yang jauh kaya posisiku sekarang, kalian akan merasakan betapa perhatian mama papa itu sangat berarti buat kalian. Ga ada lagi yang mukuli kita bangunin sholat subuh, ga ada lagi yang nyiapin sarapan sebelum kita beraktivitas, ga ada lagi makan siang setelah kita capek dengan aktivitas, ga ada lagi yang nyuci baju kita, ga ada lagi yang membersihkan ruangan kita ketika kita beraktivitas.
Ayolah dik kita bersama-sama sukses. Kalian harus bisa berikan JAUH melebihi apa yang udah aku persembahkan untuk mama dan papa, mulai dari prestasi, kerjaan sampai masa depan. Kakak percaya kalian mampu!!!
Berikan sesuatu hal yang bisa membuat mama papa tersenyum di hari tuanya. Cukuplah muka marah beliau berdua hanya untuk memarahi kita ketika kita masih kecil, cukuplah tangan mereka hanya untuk memukuli kita ketika kita nakal, cukuplah pikiran mereka terperas memikirkan ke-childist-an kita. Sekarang waktunya kita melakukan hal untuk bisa membuat semua penderitaan mereka menjadi sebuah jawaban yang berujung pada senyum mereka.
Berikan sesuatu hal yang bisa membuat mama papa tersenyum di hari tuanya. Cukuplah muka marah beliau berdua hanya untuk memarahi kita ketika kita masih kecil, cukuplah tangan mereka hanya untuk memukuli kita ketika kita nakal, cukuplah pikiran mereka terperas memikirkan ke-childist-an kita. Sekarang waktunya kita melakukan hal untuk bisa membuat semua penderitaan mereka menjadi sebuah jawaban yang berujung pada senyum mereka.
dari si sulung,
Kak Dimas
"mengutip dari sumber lain, semoga bermanfaat"
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat, saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat. Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu. Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusa plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya. Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak. Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi. Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di facebook yang bunyinya begini: “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap..”. Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka. Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu. Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua. Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku. Oleh: Rinaldi Munir, Bandung.
Titik-titik di atas bisa anda sendiri sesuka hati, sesuai dengan hati nurani anda, sesuai dengan pendapat anda, atau mungkin sesuai dengan kegilaan anda. hahahaa...
Kalau dikatakan negara ini sudah hancur, memang negara ini sudah hancur. Tidak hanya hancur, tapi sudah remuk!!! Banyak juga yang bilang sudah IMPOSSIBLE untuk diselamatkan. hahahaa cuma bisa ketawa aja. Anda-anda yang bilang begitu, emangnya anda itu Tuhan? Wallahualam... Ga ada yang tahu man besok apa yang akan terjadi. Bisa aja Amerika tiba-tiba runtuh kan? hahahaa
Dalam pandangan saya pribadi sebenarnya orang Indonesia itu lucu. Kenapa saya katakan lucu? atau bahkan saya bilang imut. Pernahkah anda berpikir, kalau memang negara ini sudah hancur remuk dan akan MATI, kenapa anda-anda semua masih bertahan disini, di negara yang sudah tidak terurus lagi ini menurut anda? Kenapa? Kalau memang anda hanya ingin mencemooh dan anda jijik atau hina mengakui sebagai rakyat Indonesia, kenapa anda tidak melangkahkan kaki dan anda pindah untuk bermukim di negara lain yang menurut diri anda sendiri ideal. Kenapa? Lucu sekali anda... hahahaa... Anda mencemooh tanah yang anda pijak saat ini :)
Sekarang yang saya soroti disini masalah mental masyarakat kita ini. Kehancuran negara ini karena apa sih? Mental dan budaya kita sendiri kan? Bahkan saya sendiri sebagai penulis masih merasa hina dan malu menulis ini, tapi saya rasa masih banyak orang (yang seharusnya) lebih malu daripada saya karena boro-boro memperbaiki, sadar aja kagak, padahal mereka memiliki pendidikan atau bahkan kekuasaan yang jauh lebih lebih dan lebih. Yaa inilah orang kita, bisanya cuma komentator.
Sekarang ambil contoh aja PSSI dan Timnas Senior. Siapa sih yang tega Indonesia dibantai Iran Bahrain Qatar di kualifikasi PD2014 Brasil? Tapi ketika anda tanya "apakah saya malu dan malas untuk mendukung?" JELAS SAYA AKAN MENJAWAB "TIDAK!!!" Saya adalah seorang yang setia, dan saya selalu melihat dari sisi positif. Kan emang kerjaan orang kita bisanya cuma nyalahin tanpa bisa benerin keadaan. hahahaa :D
Kalau mentalitas pribadi aja udah gini, gimana mau benerin orang lain kan? Marilah kita perbaiki diri kita dulu, kita redam pandangan negatif terhadap negara ini. Memandang positif itu indah kok, sungguh.
Sekarang kita pengen gak perbaikin negara yang sudah runtuh ini? Tidak ada kata terlambat bahkan impossible untuk membangun kembali bangsa dan negara ini. Selagi kita mau 'mengaca' diri sendiri dulu, semua itu bisa kok asalkan pelan-pelan dan sedikit demi sedikit.
INDONESIA BISA!!!
Sekarang kita pengen gak perbaikin negara yang sudah runtuh ini? Tidak ada kata terlambat bahkan impossible untuk membangun kembali bangsa dan negara ini. Selagi kita mau 'mengaca' diri sendiri dulu, semua itu bisa kok asalkan pelan-pelan dan sedikit demi sedikit.
INDONESIA BISA!!!








