Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria
Bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasannya
Bukan dari kakinya untuk dijadikan alasnya
Tapi dari sisinya, untuk dijadikan teman hidupnya
Dekat dengan lengan untuk dilindungi, dan dekat dengan hati
untuk dicintai
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun adakala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Ku inginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada, ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku
Engkaulah bidadari surgaku
Tiada yang memahami segala kekuranganku
Kecuali kamu bidadariku
Maafkanlah aku dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu, dijadikan engkau istriku
Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu, dijadikan engkau istriku
Engkaulah bidadari surgaku
Bidadari surgaku
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun adakala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Ku inginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada, ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku
Engkaulah bidadari surgaku
Tiada yang memahami segala kekuranganku
Kecuali kamu bidadariku
Maafkanlah aku dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu, dijadikan engkau istriku
Hatimu tempat berlindungku dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu, dijadikan engkau istriku
Engkaulah bidadari surgaku
Bidadari surgaku
InsyaAllah bila tidak ada aral melintang...
-18 Oktober 2014-
Ilmu ikhlas dan ilmu sabar...
Entah berkaitan atau tidak, dua hal itu yang terbenak dalam isi tempurung otakku malam ini. Hal yang pertama baru hari ini mulai memasuki kepalaku. Hal yang kedua sudah beberapa hari ini memberikan pelajaran hidup untukku (dan semoga bisa selamanya.. Amin).
Diawali dengan sebuah pepatah "berdamailah dengan alam"
Bukan pertama kalinya aku mendengar kalimat ini dari orang yang sama, tapi perbincangan malam ini sedikit membuat otakku untuk berpikir maknanya. Hhhmmm ketika suatu waktu, kita, sebagai manusia, yang memiliki banyak kekurangan, dan yang pasti ada batasnya, andaikan kita berada dalam satu titik dimana sudah seharusnya kita ikhlas setelah usaha dan berdoa, yang paling penting adalah kembalilah kepada alam. Pasrah, ikhlas, mengikuti alirannya, karena niscaya alam akan membawa ke jalan yang baik apabila setiap detik hidup ini kita lalui dengan hal yang baik, pun alam akan membawa ke arah yang sebaliknya apabila hidup kita diisi dengan hal yang sebaliknya.
Teruntuk yang kusayang, yang saat ini pastinya sedang tertidur pulas, dengan segala kerendahan hati ingin kuucapkan berjuta terima kasih sebanyak-banyaknya, kupersembahkan untuk ilmu yang bisa kudapat tanpa harus kukeluarkan uang sepeserpun, ilmu yang memberikanku banyak nasehat hidup untuk hatiku, bahkan lebih mendekatkanku kepada Sang Khaliq.
with love,
I miss you Devianti Nurhawati
-surabaya, 18 Februari 2014, 01.16 WIB-
this night, I just want to say
I Love You Devianti Nurhawati
Ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu
Dekat denganmu setiap hariku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya
Ku tak (ku tak) melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku, cintaku
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sungguh indah cintaku, indah cintaku
Dekat denganmu setiap hariku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya
Ku tak melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sudahkah kau yakin untuk mencintaiku
Ku ingin hanya satu tuk selamanya
Ku tak (ku tak) melihat dari sisi sempurnamu
Tak peduli kelemahanmu
Yang ada aku jatuh cinta karena hatimu
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku, cintaku
Cintaku tak pernah memandang siapa kamu
Tak pernah menginginkan kamu lebih
Dari apa adanya dirimu selalu
Cintaku terasa sempurna karena hatimu
Selalu menerima kekuranganku
Sungguh indah cintaku
Sungguh indah cintaku, indah cintaku
Sudah lama tidak mencoret lembar ini. Bukan tidak ada yang akan ditulis, tapi memang tidak ada waktu untuk mencoret dengan segala kesibukan yang tidak jelas. Hehehee.
Kembali ke urusan hati, teruntuk yang tersayang, Devianti Nurhawati. Tanggal 22-24 Maret 2013 kemarin, mama, Dik Bagoes, Dik Ryan ke Bandung. Alhamdulillah, rumahku ditengok. Tapi yang lebih indah lagi, neng Devi ditengok juga. Alhamdulillah.
Mama, papa, love you :)
you're the most important for me, even my job can't beat you for my life
-ditulis dalam kegalauan, with my HTC oneV-
wis mas ndang rabi, ngenteni opo maneh. penggawean wis nduwe, omah wis onok. intine rumah tangga iku kudu saling pengertian, ga oleh nduwurno ego. nek sek enom ngene iki mulaine enak saka nol, ngrasakno susah bareng.
(udah mas cepetan nikah, nunggu apa lagi. pekerjaan udah punya, rumah udah ada. intinya rumah tangga itu harus saling pengertian, ga boleh meninggikan ego. kalo masih muda gini ini mulainya enak dari nol, merasakan susah bareng)
-pak aziz, partner Telkom datin Manyar, Surabaya-
-obrolan dalam perjalanan balik ke STO dari RBG1 migrasi datin Bank Mandiri Syariah-
-Manyar, Surabaya, Indonesia. 5 Februari 2013 sekitar jam 11.48 WIB-
-obrolan dalam perjalanan balik ke STO dari RBG1 migrasi datin Bank Mandiri Syariah-
-Manyar, Surabaya, Indonesia. 5 Februari 2013 sekitar jam 11.48 WIB-
Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau selalu di sini
Menemani aku bernyanyi
Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah kutetap setia
Memijit pundakmu
Hingga kau tertidur pulas
Reff:
genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat kaki tlah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain
Saat perutku mulai buncit
Yakinlah kutetap terseksi
Tetaplah kau selalu menanti
Demi aku di malam hari
*Repeat reff
#just for Devianti Nurhawati#
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau selalu di sini
Menemani aku bernyanyi
Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah kutetap setia
Memijit pundakmu
Hingga kau tertidur pulas
Reff:
genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat kaki tlah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain
Saat perutku mulai buncit
Yakinlah kutetap terseksi
Tetaplah kau selalu menanti
Demi aku di malam hari
*Repeat reff
#just for Devianti Nurhawati#
- suka main bola betisnya gede
- suka main hidung
- keringetan
- cengeng
201012, facebook, kucing, pin bb, bdy, bbm, telepon, twilight breaking dawn part 2, nasi kuning, ciwidey, surabaya, manyar, cihampelas, ciwalk, ujian, 23.40, hati koin, harvest chocolate cheese cake, sividi23, kalender 2013, jilbab, jacque martin, 01.37, habibie ainun, garut, dodol, chocodot, bandung, ampera, pasar baru, kantor, lantai 10, sarapan, 170113
From This Moment-Shania Twain
(I do swear that I'll always be there.
I'd give anything and everything and I will always care.
Through weakness and strength, happiness and sorrow,
for better for worse, I will love you with
every beat of my heart)
I'd give anything and everything and I will always care.
Through weakness and strength, happiness and sorrow,
for better for worse, I will love you with
every beat of my heart)
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on
From this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I'd give my last breath
From this moment on
I give my hand to you with all my heart
Can't wait to live my life with you, can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment on
You're the reason I believe in love
And you're the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn't give
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on
Kuawali tulisan ini dengan senyuman :)
Di sebuah hari Sabtu di akhir Desember 2012, dengan hujan rintik membasahi Kota Kembang, malam itu kuantar seorang wanita berangkat Ujian Akhir Semester. Seorang wanita yang tingginya hampir setinggi diriku, cukup kurus dengan pipi tembem dan hidung pesek. Sesampai di kampusnya, kugeber motorku untuk menuju ke sebuah toko kue di bilangan Dago, kupesan sebuah kue ulang tahun yang sedikit 'ngawur' memilih rasanya. Perjalanan kulanjutkan menuju sebuah kamar kost di kisaran Cihampelas, kuselipkan banyak persiapan di ruangan 3x3 meter itu tanpa mengubah setting asli ruang itu. Guntingan kertas 'spesial', headset, laptop beserta volumenya yang tanpa dia sadari ketika nanti wanita itu masuk ke ruang itu.
Waktunya jemput selepas ujian tiba, masih dengan rintik hujan yang membasahi jalanan Bandung bagian utara. Tetap ditemani SiSed (begitu wanita itu menyebut motorku), kuterjang air yang turun dari langit. Layaknya orang 'naracap', malam mingguan ceritanya. Standard lah, cari makan malam. Dinginnya dataran tinggi ini sama sekali tidak terasa ditemani hangat senyumannya (emang senyumnya teh anget?), makanlah di sebuah warung emperan di kawasan kampus lamanya. Seperti biasa, tak jauh menu yang kukejar, harus ada sambalnya.
Malam belum begitu larut, berputarlah aku (masih tetap bersama wanita itu) sedikit mengelilingi ibukota provinsi Jawa Barat itu. Sedikit basah, iya (maklum belum kuat beli mobil). Akhirnya sampai juga di ruang yang sudah ku'customize' sebelumnya. Ada beberapa kotak dengan bentuk tak beraturan terbungkus koran, lebih mirip barang rongsokan yang pantas dibuang.
*tik tok tik tok*menunggu jam 23.40 yang kujanjikan akan membuka bungkus rongsokan itu*
Jam tangan bututku akhirnya menunjukkan waktu yang kunantikan. Suuhhh, keluar dulu ya neng. Dengan sigap, kukeluarkan semua 'harta karun' yang kusembunyikan. Selesai menyiapkan semuanya, aku keluar untuk menuntunnya masuk ke ruang itu, dengan mata kututup pastinya. Sebuah kertas koran berbentuk hati tergantung di dinding dengan uang 5ribu yang dia minta, dengan 5 buah beng-beng dan lilin 23 tentunya. *make a wish, tiup lilin episode pertama*
Di lantai dengan sebuah karpet, kue yang kubeli tadi sudah kusiapkan dengan beberapa potongan kertas kotak membentuk sebuah tulisan. *make a wish, tiup lilin episode kedua*.
Sekarang saatnya sibleki dan headset beraksi. Oke, saatnya menjalankan sividi23. Baru kali ini aku melihat seorang wanita menangis, tertawa, tersenyum, dan menatap tajam sebuah hasil rekayasa yang hanya berdurasi 13 menit 33 detik (pendek kan yaa).
Selanjutnya bungkus koran pertama, kedua, dan ketiga dibuka satu per satu *hasil jadi pemulung koran*
Tanggal itu memang berkesan dan wanita khilaf yang mau sama gembel itu adalah Devianti Nurhawati.
sarang haeyo
Ya Allah, entah berapa doa yang sudah kupanjatkan padaMu, entah berapa macam doa sudah kulafadzkan kepadaMu hanya untuk 'kami'
Hanya satu inginku, Ya Allah tolong kabulkan, tolong Engkau ijabahi doa 'kami', Engkau jadikan semuanya menjadi nyata
ROBBANA HABLANAA MIN AZWAAJINAA WADZURRIYATINAA QURROTA A'YUN WAJ 'ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA



















-4R.jpg)
-4R.jpg)
-4R.jpg)
-4R.jpg)
-4R.jpg)



